Sidoarjo, kabarkini.net – Suasana sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan mendadak “panas” saat Anggota MPR RI, Arizal Tom Liwafa, ST., MM., MH, melontarkan seruan tegas kepada generasi muda: jangan diam!
Pesan itu langsung menyita perhatian ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas pemuda di Gedung Serbagaguna Rahmatul Ummah, An Nahdiyah, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidokumpul, Kabupaten Sidoarjo.
Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital, Arizal Tom Liwafa menilai generasi muda tidak boleh bersikap apatis. Ia bahkan secara blak-blakan mengingatkan bahwa diam terhadap hoaks, perpecahan, dan ketidakadilan sama saja membiarkan masalah semakin besar.
“Kalau bukan kalian yang bergerak, siapa lagi? Jangan diam! Anak muda harus berani bersuara dan jadi bagian dari solusi,” tegasnya disambut antusias peserta.
Tak sekadar ceramah, kegiatan ini berubah menjadi forum diskusi terbuka yang hidup. Sejumlah peserta berani melontarkan pertanyaan kritis, mulai dari isu hoaks di media sosial, lunturnya nilai toleransi, hingga keresahan generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Menanggapi hal itu, Arizal Tom Liwafa menekankan bahwa pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya sekadar hafalan.
“Jangan cuma pintar bicara di media sosial, tapi kosong aksi. Tunjukkan bahwa generasi muda Indonesia punya integritas dan kepedulian,” ujarnya.
Salah satu peserta bahkan menyebut kegiatan ini berbeda dari biasanya. “Ini bukan sekadar sosialisasi, tapi benar-benar bikin kita mikir dan tersadar,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menjadi bukti bahwa generasi muda masih peduli terhadap masa depan bangsa. Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan dialogis, sosialisasi 4 Pilar kali ini berhasil membangkitkan semangat kritis sekaligus rasa tanggung jawab peserta.
Pesan “jangan diam” pun diharapkan tidak berhenti di ruang acara, tetapi benar-benar dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi muda, khususnya di era digital yang penuh tantangan. (M2)









