DSI YPTA Surabaya Dalami Sistem Digital Kampus Lewat Studi Banding ke UII

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Surabaya, kabarkini.net – Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya melakukan studi banding ke Badan Sistem Informasi (BSI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Kamis (23/4/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola teknologi informasi sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan kampus.

Kegiatan yang digelar di Ruang Erasmus, Gedung GBPH Prabuningrat, Rektorat UII Yogyakarta tersebut difokuskan pada pendalaman integrasi sistem informasi kampus, pengembangan layanan digital, serta penerapan tata kelola teknologi informasi yang mampu menyesuaikan kebutuhan perguruan tinggi di era digital.

Dalam kunjungan tersebut, tim DSI YPTA Surabaya yang terdiri dari divisi IT Development dan IT Support mempelajari secara langsung praktik pengelolaan sistem informasi terintegrasi yang telah diterapkan UII.

Sementara itu, pihak tuan rumah menghadirkan Kepala BSI beserta jajaran pengelola sistem informasi dari berbagai bidang.

Kepala BSI UII Yogyakarta, Mukhammad Andri Setiawan, menjelaskan bahwa unit yang dipimpinnya berada di bawah koordinasi langsung rektor dan berfungsi sebagai pusat layanan digital yang mendukung seluruh proses bisnis universitas.

“BSI saat ini tidak hanya menjadi unit teknologi, tetapi sudah menjadi bagian dari penggerak layanan universitas yang memastikan seluruh proses bisnis berjalan terintegrasi,” ujarnya, Kamis (23/4).

Ia menambahkan, transformasi digital di UII tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada perubahan pola pikir layanan. Sistem informasi ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses kerja institusi, bukan sekadar alat pendukung teknis.

“Tim IT harus memiliki karakter melayani dan memahami bahwa mereka juga bagian dari pemilik proses, bukan hanya pembuat sistem,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, pihak UII memaparkan pengalaman membangun ekosistem digital kampus yang terintegrasi, mulai dari layanan akademik, keuangan, sumber daya manusia, hingga sistem penjaminan mutu dalam satu platform terpadu. Integrasi tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan bagi seluruh sivitas akademika.

Direktur DSI YPTA Surabaya, Eko Halim Santoso, menilai kegiatan studi banding ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran DSI sebagai motor penggerak transformasi digital di lingkungan YPTA Surabaya.

“Kami ingin membawa pulang perspektif pengelolaan sistem informasi yang tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga matang dalam tata kelola dan budaya layanan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pengembangan sistem informasi di lingkungan YPTA Surabaya ke depan tidak hanya berfokus pada pembuatan aplikasi, melainkan juga pada pembangunan ekosistem digital yang saling terhubung dan berkelanjutan.

“DSI harus menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem digital kampus yang terintegrasi, di mana teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan pelayanan institusi,” imbuhnya.

Dalam forum tersebut, BSI UII juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi sistem informasi tidak semata ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, keterlibatan pengguna, serta keselarasan dengan visi institusi.

Sejumlah praktik terbaik yang dibagikan antara lain pentingnya keterlibatan unit kerja dalam pengembangan aplikasi, pembagian peran yang jelas antara pengelola sistem dan pengguna, serta penguatan rasa memiliki terhadap sistem yang digunakan.

Selain itu, perencanaan yang matang, penentuan prioritas pengembangan, dan evaluasi berkelanjutan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas layanan digital di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, DSI YPTA Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada penguatan sistem layanan yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.

Studi banding tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas referensi praktik terbaik serta memperkuat peran DSI sebagai pusat inovasi digital di lingkungan YPTA Surabaya. (K3)

Scroll to Top