Surabaya, kabarkini.net – Anggota MPR RI, Arizal Tom Liwafa, mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk menjadi pelopor persatuan bangsa dan agen perubahan di era digital melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Delva Digital, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang diikuti peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, komunitas kepemudaan, dan wirausaha muda tersebut berlangsung interaktif. Para peserta diajak memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial.
Dalam pemaparannya, Arizal Tom Liwafa menegaskan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang memiliki peran besar dalam menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, harus menjadi fondasi dalam setiap aktivitas, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
“Generasi Z adalah generasi yang kreatif, inovatif, dan dekat dengan teknologi. Namun, kemajuan digital harus dibarengi dengan karakter kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun informasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” ujar Arizal di hadapan peserta.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya bagaimana menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mengajak para peserta agar mampu menjadi kreator konten yang positif, membangun usaha berbasis digital, serta menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.
“Jadilah generasi yang mampu bersaing secara global, tetapi tetap memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia. Kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk berkarya, berinovasi, dan memperkuat persatuan, bukan justru memecah belah bangsa,” katanya.
Selain menyampaikan materi mengenai Empat Pilar MPR RI, Arizal juga membagikan pengalaman dan motivasi kepada peserta tentang pentingnya membangun semangat kewirausahaan sejak usia muda. Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Sesi diskusi berlangsung hangat dan komunikatif. Para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan di media sosial, membangun usaha digital, hingga bagaimana generasi muda dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Seorang peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, Sosialisasi Empat Pilar tidak hanya membahas teori kebangsaan, tetapi juga memberikan contoh nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menghadapi tantangan era digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Generasi Z semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta memiliki semangat gotong royong dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI juga menjadi momentum untuk memperkuat karakter generasi muda agar mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan. (M2)









