Atlet Untag Surabaya Bersinar, UKM Taekwondo Kantongi 20 Medali Nasional

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Surabaya, kabarkini.net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan UKM Taekwondo Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Berlaga di Kejuaraan Nasional Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026, kontingen Untag sukses membawa pulang 20 medali, terdiri atas enam emas, enam perak, dan delapan perunggu.

Kejuaraan yang digelar di GOR Bung Tomo Surabaya pada 19-21 Juni 2026 itu diikuti atlet dari berbagai daerah, mulai klub, sekolah, perguruan tinggi, hingga instansi dari seluruh Indonesia. Untag Surabaya menurunkan 22 mahasiswa dari berbagai program studi untuk bersaing di ajang bergengsi tersebut.

Kontribusi medali datang dari dua nomor yang dipertandingkan, yakni Poomsae dan Kyorugi. Pada nomor Poomsae, medali dipersembahkan oleh Lausia Riyu Mafada dan Jelita Pricilya Papilaya. Sementara medali di nomor Poomsae Beregu diraih Vanessa Devi Yovita, Nayla Nafaisah, dan Yafi Maulita Syahda Florenta.

Adapun medali dari nomor Kyorugi disumbangkan oleh Setia Dimas Mahendra, Hieronymus Timotheo Caesar Asah, Maxy Patrick Nederupun, Fitria Nur Pelita, Nathalia Imanuela, Andri, Charlye Umbu Kapuru Lapu, Frans Julianto Ekatama Leba Djara, Aimee Julieta Aleacia Putri, Dimas Saryanto Nono Nale, Sultan Aliefaadillah Juharto, Halimatusa’diyah Azzahra, Fandy Satrio Pribadi Pawae, Armelia Jenifer Fay, Zenicio Xavier Brito De Carvalho, Yohanes Jose, dan Dimas Dwi Pranata.

Raihan tersebut mempertegas konsistensi UKM Taekwondo Untag Surabaya dalam melahirkan atlet berprestasi di bawah pembinaan Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom.. Di balik torehan medali, para atlet harus melewati persiapan panjang dengan tantangan yang berbeda-beda.

Salah satunya Zenicio Xavier Brito De Carvalho, mahasiswa Program Studi Informatika semester lima yang berhasil meraih medali perunggu pada kategori Kyorugi Senior Prestasi Under 58 kilogram. Ia terpilih memperkuat kontingen Untag setelah melalui proses seleksi yang menilai kemampuan teknik, kondisi fisik, disiplin berlatih, hingga pengalaman bertanding.

Selama beberapa bulan sebelum kejuaraan, Zenicio menjalani latihan intensif yang meliputi peningkatan kebugaran, pendalaman teknik, sparring, penyusunan strategi, hingga evaluasi kemampuan secara berkala. Ia juga mempersiapkan mental agar tetap tenang saat menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai daerah.

“Lawan yang paling berat adalah atlet yang memiliki pengalaman bertanding tinggi dan strategi yang matang. Tantangan terbesar adalah menjaga fokus dan konsistensi selama pertandingan berlangsung,” ujarnya (22/7).

Menurut Zenicio, pengalaman mengikuti kejuaraan nasional memberikan banyak pelajaran yang akan menjadi bekal pada kompetisi berikutnya.

“Saya belajar bahwa disiplin, kerja keras, konsistensi, dan mental yang kuat merupakan faktor penting untuk mencapai hasil terbaik dalam sebuah kompetisi,” tambahnya.

Sementara itu, medali emas di nomor Poomsae Beregu turut disumbangkan oleh Vanessa Devi Yovita, mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis semester lima. Bersama timnya, Vanessa sukses menampilkan jurus dengan teknik, kekompakan, dan ketepatan gerakan yang mengantarkan Untag Surabaya naik ke podium tertinggi.

Menjelang kejuaraan, Vanessa bersama rekan satu tim harus membagi waktu antara aktivitas perkuliahan dan latihan rutin. Selain menjaga kondisi fisik, kekompakan tim juga menjadi faktor penting agar mampu tampil maksimal saat bertanding.

“Rasanya senang dan bangga sekali. Walaupun sempat merasa gugup sebelum bertanding, kami bisa saling mendukung dan memberikan penampilan terbaik hingga akhirnya semua perjuangan itu terbayar dengan medali emas,” ungkap Vanessa.

Keberhasilan membawa pulang 20 medali menjadi buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh keluarga besar UKM Taekwondo Untag Surabaya. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan atlet sekaligus melahirkan lebih banyak taekwondoin berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (L4)

Scroll to Top