Surabaya, kabarkini.net – Dari latar belakang keluarga atlet tinju hingga menjadi juara provinsi, perjalanan prestasi Adisty Elmeicha Az Zahra penuh dengan cerita inspirasi. Siswi kelas XI-1 SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya ini berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Judo Jawa Timur yang digelar di GOR PJSI Jawa Timur, Surabaya, pada 14 Desember 2025.
Sang ayah, yang dulu seorang atlet tinju, menjadi titik awal ketertarikannya pada olahraga bela diri. Namun, alih-alih mengajaknya mengikuti tinju, ayahnya justru menyarankan Adisty untuk mempelajari judo.
“Awalnya saya diarahkan ayah untuk ikut judo. Kalau tinju katanya terlalu keras dan banyak risikonya, jadi disarankan judo saja. Awalnya memang terasa terpaksa, tapi lama-lama saya jadi suka,” ungkap Adisty pada 18 Desember.
Judo, cabang olahraga bela diri asal Jepang yang menekankan bantingan, kuncian, dan pengendalian lawan melalui keseimbangan serta teknik tepat, bukan hanya melatih kekuatan fisik—melainkan juga membentuk mental, disiplin, dan sportivitas.
Adisty mulai mengenal olahraga ini sejak kelas VIII SMP, ketika ayahnya mengajaknya mengikuti latihan akhir pekan melalui kenalan seorang pelatih di Surabaya. Seiring waktu, ketertarikannya tumbuh hingga ia menekuninya secara serius dan bergabung dengan klub judo di kota tersebut.
Menjelang Kejurprov yang diikuti oleh atlet terbaik se-Jawa Timur (setelah melalui seleksi klub dan daerah), Adisty menjalani latihan intensif hampir setiap hari. “Latihan rutin dari Senin sampai Jumat, dan kadang ditambah Sabtu atau Minggu. Menjelang lomba, sepulang sekolah langsung latihan terus,” ceritanya. Mewakili Kota Surabaya, ia berhasil melewati semua tahapan dan keluar sebagai juara.
Adisty mengakui bahwa judo masih kurang dikenal oleh masyarakat luas. “Sayangnya judo masih sedikit peminatnya karena banyak yang belum tahu. Padahal judo itu bagus, melatih fisik, mental, dan disiplin,” tambahnya. Ia berharap prestasinya dapat memotivasi generasi muda untuk lebih mengenal cabang olahraga ini.
Ke depan, ia bertekad untuk terus berkompetisi dan meningkatkan prestasi, dengan target meraih hasil terbaik di ajang berikutnya tahun depan. Prestasi Adisty membuktikan bahwa dukungan keluarga, kedisiplinan berlatih, dan semangat pantang menyerah mampu membawa siswa SMATAG Surabaya meraih keberhasilan di tingkat provinsi—dimana keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanannya. (L2)









