Stok Beras Bulog Minim, Pedagang Pasar Surabaya Keluhkan Kenaikan Harga

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Surabaya, kabarkini.net – Minimnya pasokan beras Bulog jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dikeluhkan sejumlah pedagang pasar tradisional di Surabaya. Kelangkaan ini membuat pembeli kecewa dan pedagang merugi karena tak mampu memenuhi permintaan.

Di Pasar Tambakrejo misalnya, banyak pedagang yang mengaku kesulitan mendapatkan stok beras SPHP. Padahal, beras jenis ini sangat diminati karena harganya terjangkau, baik oleh ibu rumah tangga maupun pedagang nasi. “Biasanya kami dapat pasokan lancar, tapi sekarang susah sekali,” ujar Warinten, seorang pedagang sembako di Pasar Tambakrejo, Kamis (24/07/2025).

Akibatnya, pedagang terpaksa mencari stok dari tempat lain, sehingga harga jual pun meningkat. “Harga normalnya Rp61.000 per 5 kilogram, sekarang sudah naik jadi Rp65.000,” keluh Warinten. Ia bahkan mengaku pernah mengalami kekosongan stok selama satu bulan penuh karena terputusnya pasokan dari distributor.

Kondisi ini membuat pedagang berharap pemerintah lebih gencar mengawasi distribusi beras SPHP agar ketersediaannya di pasar tetap terjaga.

“Kami berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga dan pasokan, agar kami tidak merugi dan pembeli tetap bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” tambah Warinten.Minimnya pasokan beras SPHP ini bukan hany

a berdampak pada pedagang, tetapi juga konsumen yang kesulitan mendapatkan beras murah. (A2)

Scroll to Top