Wondr by BNI dan PBSI Hadirkan Kejurnas 2025 di Malang, 34 Provinsi Bersaing untuk Prestasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Malang, kabarkini.net – Kota Malang dipilih Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai tuan rumah agenda penutup tahun 2025, yaitu Wondr by BNI Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025. Ajang yang berjalan mulai hari ini, Senin (15/12) hingga Sabtu (20/12) mendatang, akan digelar di Malang Badminton Arena, Jalan Langsep. Kejurnas bergengsi tahunan ini akan menghadirkan 775 atlet dari 34 provinsi di seluruh negeri.

Pertandingan berlangsung dengan sistem perorangan, dengan atlet dibagi menjadi kelompok taruna dan dewasa, serta Divisi 1 dan Divisi 2. Divisi 1 diisi oleh atlet dari Pengprov yang menyumbang minimal satu atlet Pelatnas, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Atlet dari provinsi lain juga bisa berpartisipasi di Divisi 1, asal berada di peringkat nasional 1–16 saat pendaftaran ditutup. Sementara itu, atlet Pelatnas akan mewakili Pengprov masing-masing di kategori dewasa Divisi 1, dan bermain di Divisi 2 untuk kategori lain.

“Kejurnas PBSI adalah inti dari pembinaan prestasi nasional. Di sini kita bisa melihat perkembangan atlet daerah secara langsung, baik teknik, fisik, maupun mental,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekjen PBSI, Ricky Soebagdja. Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi ukuran keberhasilan pembinaan yang dilakukan Pengprov di seluruh Indonesia. Mantan pemain Rexy Mainaky semasa aktif ini juga berharap, Kejurnas 2025 bisa melahirkan bibit-bibit unggul yang akan melanjutkan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah Asia dan dunia. “Kami juga ingin jadikan ini sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman dan jam terbang atlet,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Jawa Timur, Tonny Wahyudi, menyambut positif penunjukan Malang sebagai tuan rumah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Pusat PBSI atas kepercayaan yang diberikan. “Ini hal yang sangat bagus. Malang adalah salah satu kota wisata di Jawa Timur, jadi kami harap para atlet juga bisa menikmati keindahannya. Semoga Kejurnas ini menginspirasi munculnya bibit berbakat dari Malang dan sekitarnya,” jelas Tonny.

Dari sisi atlet, unggulan pertama tunggal taruna putra asal DKI Jakarta, Fardhan Rainanda Joe, menargetkan hasil terbaik setelah tahun lalu terhenti di perempat final. “Target pasti ingin juara. Semua lawan berat karena sama-sama mengincar gelar,” katanya. Pemain yang baru saja meraih juara ASEAN School 2025 ini telah mempersiapkan diri sepenuhnya, tak ingin mengulangi kegagalan sebelumnya. Ia juga mengantisipasi bertemu dengan atlet nasional lain yang memiliki motivasi tinggi untuk masuk Pelatnas. “Saya sudah siapkan mental dan pikiran. Mereka pasti ngotot, jadi itu tantangan bagi saya,” tambahnya.

Dari tuan rumah Jawa Timur, pasangan ganda taruna campuran Fiersha Aulia Aqilla Shafa Azzahra/Abdul Sabqi Azib yang menjadi unggulan pertama juga siap tampil maksimal di depan pendukung sendiri. “Target kami sampai semifinal. Beberapa lawan dari DKI dan Jawa Tengah punya pengalaman kuat, tapi kami siap memberikan yang terbaik,” ujarnya. Menurutnya, kelebihannya adalah chemistry dengan pasangan yang lebih stabil dibandingkan lawan, yang bahkan terkadang harus mengganti pasangan. “Kita harus manfaatkan keunggulan itu,” tutupnya. (W2)

Scroll to Top