97 Lulusan STTAL Siap Perkuat Modernisasi Alutsista Lewat Inovasi Teknologi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Surabaya, kabarkini.net – Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) mewisuda 97 lulusan program Magister, Sarjana, dan Diploma Tiga dalam Upacara Penutupan Pendidikan di Auditorium Gedung Pulau Marore, Kampus STTAL Bumimoro, Surabaya, Kamis (9/7/2026).

Wisuda dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali. Selain menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan, wisuda ini juga menegaskan komitmen STTAL dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu melahirkan inovasi teknologi untuk mendukung kekuatan pertahanan maritim Indonesia.

Sebanyak 97 mahasiswa yang diwisuda terdiri atas 3 lulusan Program Magister, 27 lulusan Program Sarjana, dan 67 lulusan Program Diploma Tiga. Sejumlah lulusan juga berhasil meraih predikat Cum Laude dan Sangat Memuaskan.

Ditemui usai meninjau Pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) karya Mahasiswa STTAL, Kasal menegaskan bahwa para lulusan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung operasi TNI Angkatan Laut serta modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Berbagai karya dan inovasi yang dihasilkan para lulusan diharapkan mampu mendukung pengembangan teknologi serta operasi TNI Angkatan Laut,” tegas Muhammad Ali.

Muhammad Ali menjelaskan, STTAL terus diarahkan menjadi pusat pengembangan teknologi kemaritiman yang mampu menjawab tantangan peperangan modern. Menurutnya, inovasi yang lahir dari kampus tersebut akan menjadi bekal penting dalam memperkuat pertahanan nasional.

“Ke depan kami berharap para lulusan mampu menciptakan inovasi baru untuk mengembangkan taktik dan strategi peperangan modern,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sistem tanpa awak (unmanned system), hingga teknologi siber dan hidro-oseanografi yang kini menjadi bagian dari kurikulum STTAL.

“Peperangan modern semakin banyak menggunakan sistem tanpa awak yang efektif dan efisien. Karena itu, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama,” imbuhnya

Selain diikuti personel TNI Angkatan Laut, pendidikan di STTAL juga diikuti prajurit TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara. Kolaborasi lintas matra tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional.

“Kolaborasi antarmatara di STTAL diharapkan melahirkan inovasi teknologi pertahanan yang semakin kuat dan bermanfaat bagi TNI maupun pertahanan nasional,” pungkasnya.

Melalui para lulusan baru beserta hasil riset yang dihasilkan, STTAL diharapkan terus berkontribusi dalam mempercepat modernisasi alutsista sekaligus memperkuat kemampuan teknologi pertahanan Indonesia di masa mendatang. (K3)

Scroll to Top