ACFFEST 2026, Cara Kreatif KPK Bangun Budaya Antikorupsi Sejak Dini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Jakarta, kabarkini.net – Upaya mewujudkan Indonesia bebas korupsi menuju 2045 terus digencarkan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui pendekatan kreatif berbasis film. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026 sebagai medium kampanye yang lebih dekat dengan masyarakat.

Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan, ACFFEST tak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga wadah strategis untuk menyampaikan pesan antikorupsi dengan cara yang lebih segar dan mudah diterima. Film dipilih karena dinilai mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menjelaskan kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum yang tertarik pada industri film.

“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena jauh lebih mudah diterima oleh masyarakat, sehingga pesan yang ingin disampaikan KPK dapat tersampaikan dan terserap,” ujar Amir Arief yang juga Festival Director ACFFEST 2026.

Tahun ini, rangkaian ACFFEST Movie Day digelar di 12 provinsi dan mencakup 40 kabupaten/kota. Jawa Timur menjadi lokasi ketujuh setelah sebelumnya diselenggarakan di Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Maluku Utara, Riau, Jawa Barat, dan Lampung.

Di Jawa Timur, kegiatan berlangsung di tiga titik, yakni Alun-Alun Watu Bonang Ponorogo (28 April), SD Negeri 1 Betak Tulungagung (30 April), dan Community Collaborations Ruang Film Pacitan (2 Mei). Selama pelaksanaannya, masyarakat disuguhkan beragam kegiatan mulai dari pemutaran film pendek, diskusi dengan narasumber, pertunjukan seni lokal, hingga produksi konten dan dialog publik.

Sutradara film Gelora Yudhaswara turut mengapresiasi konsistensi KPK dalam menggelar ACFFEST. Menurutnya, pendekatan ini berdampak besar dalam membangun kesadaran publik, khususnya generasi muda.

“Menurut saya yang perlu ditekankan dari akar korupsi tidak hanya nilai moral dan humanisme saja, tetapi perihal sistem yang diterapkan juga mempengaruhi integritas orang dari tingkat paling bawah hingga atas. Sistem ini kerap tidak diketahui oleh masyarakat awam. Semestinya sistem dibuat lebih sederhana dan tidak ada celah sikap untuk mengakali nilai moral itu sendiri,” ungkapnya.

Selain pemutaran film, ACFFEST 2026 juga menghadirkan kompetisi film pendek bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga”. Kompetisi ini telah rutin digelar sejak 2013 sebagai ruang bagi sineas muda untuk menuangkan gagasan kreatif terkait isu antikorupsi.

Kasatgas 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Adhi Setyo Tamtomo, menyebut ajang ini tidak hanya sebatas perlombaan, tetapi juga menjadi ruang belajar sekaligus produksi karya. Ia menilai, film mampu memperluas jangkauan kampanye dengan pendekatan yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat.

Kompetisi ini terbuka untuk umum dengan beberapa kategori, mulai dari ide cerita hingga film pendek fiksi berdurasi maksimal 15 menit. Pendaftaran telah dibuka sejak 1 April hingga akhir Mei 2026, tergantung kategori yang diikuti.

Khusus wilayah Jawa Timur, lima proposal ide cerita terbaik akan mendapatkan dukungan dana produksi sebesar Rp60 juta. Selain itu, peserta terpilih juga berkesempatan mengikuti Movie Camp serta mendapatkan pendampingan dari mentor profesional.

Film yang lolos seleksi nantinya akan diproduksi dalam kurun Juli hingga September 2026, sebelum akhirnya ditayangkan pada Malam Penganugerahan ACFFEST di Jakarta pada 25 November 2026, menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.

Melalui festival ini, KPK berharap nilai-nilai integritas seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, hingga keberanian dapat tersampaikan secara lebih luas—dan yang terpenting, menginspirasi generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam melawan korupsi. (K3)

Scroll to Top