Surabaya, kabarkini.net – Ditengah ramainya keberangkatan jamaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, ada sejumlah calon jamaah yang memilih jalur berbeda. Mereka berangkat tanpa pendampingan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan mengurus sendiri seluruh proses persiapan hingga keberangkatan menuju Tanah Suci.
Bagi jamaah haji mandiri, perjalanan spiritual tidak hanya dimulai saat tiba di Makkah, tetapi sejak proses persiapan yang dilakukan secara mandiri.
Salah satunya adalah Febri Susanto, warga Sukomanunggal Surabaya. Pria 41 tahun itu memilih jalur haji mandiri karena waktu pendaftaran yang terbatas dan tidak sempat mengikuti bimbingan melalui KBIH yang saat itu sudah berjalan.
“Karena memang sudah diniatkan, akhirnya saya memilih berangkat mandiri dan mengurus semuanya sendiri,” ujar Febri.
Meski tanpa pendampingan KBIH, Febri mengaku proses pendaftaran hingga pelunasan berjalan lancar. Namun, ia merasakan perbedaan cukup besar dalam proses koordinasi yang harus dilakukan secara pribadi.
“Kalau mandiri itu kita harus aktif mencari informasi sendiri, mulai pengambilan koper, administrasi, sampai kebutuhan keberangkatan lainnya,” katanya.
Febri yang sudah mendaftar haji sejak tahun 2012 menyebut biaya pelunasan haji mandiri pada dasarnya tidak berbeda dengan jamaah yang mengikuti KBIH. Perbedaannya hanya terletak pada biaya tambahan bimbingan.
“Tambahan biaya KBIH biasanya sekitar Rp4 juta sampai Rp6 juta. Kalau mandiri ya tidak ada biaya itu,” ungkapnya.
Dalam satu kelompok terbang (kloter), terdapat sekitar 22 jamaah haji mandiri. Sementara total jamaah haji mandiri di Surabaya diperkirakan mencapai sekitar 70 orang.
Meski harus lebih aktif mengurus berbagai kebutuhan secara pribadi, semangat para jamaah untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap tinggi. Febri berharap pelayanan bagi jamaah haji mandiri ke depan bisa semakin setara dengan jamaah yang mengikuti KBIH.
“Harapannya pelayanan untuk jamaah mandiri juga bisa lebih diperhatikan supaya akses informasi dan koordinasinya lebih mudah,” tuturnya.
Keberadaan jamaah haji mandiri menunjukkan masyarakat memiliki beragam pilihan dalam menunaikan ibadah haji. Di balik proses yang lebih menantang, mereka tetap berupaya menjalankan ibadah dengan persiapan terbaik demi mewujudkan perjalanan spiritual ke Tanah Suci. (K3)









