Sidoarjo, kabarkini.net – Grand Surya Carnival (GSC) 2026 yang digelar oleh warga RW 07 Dukuh Tengah, Buduran, Sidoarjo, sukses menyedot animo ribuan pengunjung. Acara tahunan yang berlangsung selama dua hari pada 12-13 September 2026 ini mengusung tema “Retroland”.
Selain menjadi ajang silaturahmi antarwarga, festival ini terbukti sukses memantik kreativitas dan mendongkrak perekonomian masyarakat setempat melalui pelibatan puluhan UMKM.
Salah satu magnet utama GSC 2026 adalah lomba fashion show bertema Nusantara. Uniknya, seluruh busana yang diperagakan merupakan hasil kreasi dari bahan daur ulang sampah. Warga menyulap barang bekas seperti tas kresek, spon, kardus, hingga karpet bekas menjadi gaun-gaun yang megah dan elegan.
Dodi Wicaksono, salah satu peserta fashion show, mencuri perhatian penonton dengan membawakan busana bertema Sang Hyang Gedruk khas budaya Kabupaten Magelang. “Butuh waktu hingga dua bulan untuk membuat kostum unik dan elegan ini, yang semuanya memanfaatkan bahan daur ulang sampah,” ujar Dodi saat ditemui di lokasi acara.
Ketua RW 07 Dukuh Tengah Buduran, Khoirul Anwar, menjelaskan bahwa tujuan utama dari Grand Surya Carnival ini adalah untuk mempererat kerukunan sekaligus memfasilitasi kreativitas dan ekonomi warga. “Di acara GSC ini kami melibatkan lebih dari 70 UMKM lokal, dan alhamdulillah semuanya laris manis diserbu warga,” kata Khoirul.
Keseruan bertema retro semakin terasa dengan diadakannya lomba Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) 98 yang diikuti secara antusias oleh kelompok-kelompok warga dengan kostum yang unik.
Kemeriahan GSC 2026 ditutup dengan pertunjukan seni tradisional dan modern pada malam puncak. Penampilan dari kelompok Ludruk Luntas sukses mengocok perut penonton dengan banyolan khasnya, disusul dengan aksi panggung grup musik Klanting yang membuat ribuan warga ikut bernyanyi bersama, menyemarakkan akhir pekan di kawasan Buduran tersebut. (M2)









