Perkuat Kolaborasi, BPBD Latih Relawan Siaga Kota Surabaya Hadapi Kedaruratan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Surabaya, kabarkini.net – Menghadapi peralihan musim kemarau menuju musim penghujan yang berpotensi memicu meningkatnya kejadian pohon tumbang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya memperkuat kesiapsiagaan dengan meningkatkan kapasitas para relawan. Salah satunya melalui pelatihan penggunaan mesin potong pohon (chainsaw) bagi Relawan Siaga Kota Surabaya.

Pelatihan yang digelar di Selasar Mako BPBD Kota Surabaya, Minggu (26/7/2026), diikuti 20 Relawan Siaga Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan membekali relawan dengan kemampuan teknis agar dapat membantu petugas BPBD melakukan penanganan pohon tumbang secara cepat, aman, dan sesuai prosedur saat terjadi keadaan darurat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan peningkatan kapasitas relawan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kota Surabaya, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.

“Relawan merupakan mitra strategis BPBD di lapangan. Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan mereka memiliki kemampuan yang memadai sehingga dapat membantu penanganan pohon tumbang secara cepat, aman, dan sesuai prosedur. Dengan kolaborasi yang kuat, pelayanan kepada masyarakat akan semakin efektif,” ujar Linda Novanti.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi momen peluncuran identitas baru bagi Relawan Siaga Kota Surabaya berupa rompi lapangan resmi. Rompi tersebut disematkan secara simbolis oleh Linda Novanti sebagai bentuk dukungan sekaligus pengakuan terhadap peran relawan sebagai mitra BPBD Kota Surabaya.

Penggunaan rompi identitas diharapkan mempermudah koordinasi di lapangan karena petugas maupun masyarakat dapat lebih mudah mengenali keberadaan relawan saat melakukan penanganan kejadian darurat.

Sementara itu, Koordinator Siaga Kota Surabaya, Roni Noor Adam, menegaskan bahwa aspek keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan.

“Meskipun kami merupakan kelompok relawan, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Penggunaan alat pelindung diri seperti helm, sarung tangan, kacamata keselamatan, dan sepatu safety wajib digunakan agar setiap respons kedaruratan dapat dilakukan secara aman sekaligus maksimal untuk membantu masyarakat,” kata Roni.

Ia berharap sinergi antara Siaga Kota Surabaya dan BPBD terus berlanjut melalui berbagai pelatihan yang mampu meningkatkan kompetensi relawan.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pelatihan hari ini. Semakin banyak pelatihan yang diberikan, semakin siap pula relawan mendukung pelayanan kedaruratan di Kota Surabaya dengan respons yang siaga, sigap, cepat, dan tetap mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.

Melalui penguatan kapasitas relawan dan koordinasi yang semakin solid, BPBD Kota Surabaya optimistis penanganan berbagai kejadian darurat akibat cuaca ekstrem, khususnya pohon tumbang, dapat dilakukan lebih cepat dan efektif demi mewujudkan Surabaya yang tangguh menghadapi bencana. (K3)

Scroll to Top