Sidoarjo, kabarkini.net – Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bagi pekerja lapangan Jasa Konstruksi digelar di Aula kantor Kecamatan Sidoarjo, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo Selasa (17/3/2026).
Acara ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan dan komitmen pelaku usaha dan pekerja jasa konstruksi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Arizal Tom Liwafa, ST., MM., MH Anggota MPR RI, jadi narasumber dengan subtema “Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika jadi landasan moral dan etika dalam menjalankan usaha jasa bagi pekerja konstruksi.
Peserta sosialisasi dari unsur pekerja lapangan jasa konstruksi seperti pekerjaan gedung, tukang pasang bata dan tukang plester bangunan gedung secara antusias mengikuti sosialisasi. Mereka membahas integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Pembahasan juga menerangkan tentang “Fungsi DPR RI : legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dalam hal ini saya mempertegas bahwa kami sangat mendukung pembangunan infrastruktur yang transparan dan berkeadilan,” jelas Arizal Tom Liwafa.
Peserta berkomitmen untuk memperkuat sinergi, dukung kebijakan pemerintah, dan wujudkan pembangunan berkelanjutan. kegiatan ini jadi momentum penting bagi pekerja lapangan konstruksi di Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar Empat Pilar Kebangsaan serta berdialog terkait Energi Sumber Daya Mineral, Investasi, dan Lingkungan Hidup serta infrastruktur. Melalui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, harapan dari seorang wakil rakyat (anggota MPR/DPR RI) kepada pekerja lapangan jasa kontruksi bangunan gedung adalah agar kegiatan ini dapat menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan etika dalam menjalankan pekerjaan secara profesional dan berintegritas.
Implementasi diadakannya Sosialisasi 4 Pilar bagi pekerja lapangan konstruksi yaitu untuk memperkuat hubungan terhadap wakil rakyatnya serta menjadi jembatan mencapai nilai – nilai persatuan. Karena nilai persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan pelaku pekerjaan daerah dalam mendukung pembangunan yang merata.
Prinsip musyawarah dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi dasar dialog konstruktif antara DPR dan pekerja lapangan jasa konstruksi dalam menyampaikan aspirasi kebijakan.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika memperkuat sinergi lintas asosiasi agar tidak terjadi fragmentasi kepentingan yang merugikan dunia usaha.
Dengan demikian, kegiatan sosialisasi menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi, memperkuat komunikasi dua arah, dan membangun komitmen bersama dalam mendukung pembangunan nasional.
Dijelaskan juga bahwa kita melibatkan peserta dari pekerja lapangan konstruksi dalam mendukung tugas DPR RI dengan cara memberikan kontribusi nyata melalui Kepatuhan terhadap regulasi dan standar nasional, sebagai wujud penghormatan terhadap sistem hukum negara.
Penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proyek, guna mendukung fungsi pengawasan DPR terhadap penggunaan anggaran negara.
Partisipasi aktif dalam penyampaian aspirasi dan masukan kebijakan, sehingga DPR memperoleh gambaran riil kondisi lapangan dalam penyusunan regulasi.
Penguatan integritas dan etika usaha, sesuai nilai-nilai Pancasila, sehingga tercipta iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Dengan komitmen tersebut, pekerja lapangan konstruksi tidak hanya menjadi pelaksana proyek, tetapi juga mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bagi pekerja lapangan konstruksi di Kabupaten Sidoarjo menjadi momentum penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam praktik usaha jasa konstruksi. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan moral dan etika dalam mewujudkan tata kelola usaha yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari tanggung jawab kebangsaan yang mendukung persatuan, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi lintas asosiasi jasa konstruksi perlu terus diperkuat dalam semangat kebersamaan dan persaingan yang sehat.
Akhir kata, bahwa dengan adanya sosialisasi sebagai penguatan 4 Pilar Kebangsaan yang diharapkan mampu menjadi fondasi yang kokoh bagi pekerja jasa konstruksi di Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional secara berkelanjutan, adil, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara, ujar Tomli. (M4)









