Legenda Jalur Angker Hidup Kembali, Film ‘Alas Roban’ Siap Tayang 15 Januari!”

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Surabaya, kabarkini.net – Para pemeran film horor “Alas Roban” menyapa ratusan penggemar di Kota Surabaya usai gala premier di XXI Royal Mall, Minggu (28/12/2025). Dalam acara meet and greet menjelang penayangan perdana pada 15 Januari 2026, Michelle Ziudith, Fara Shakila, dan Taskya Namya berbagi pengalaman menarik selama proses produksi film yang mengangkat cerita rakyat legendaris jalur angker Alas Roban.

Michelle Ziudith, yang memerankan karakter Sita, mengungkapkan bahwa salah satu poin paling menarik dari film ini adalah keputusan tim produksi untuk syuting langsung di kawasan Alas Roban yang dikenal penuh pantangan.

“Yang menarik adalah kita syuting langsung di Alas Roban sendiri. Tempat itu jelas masih sangat dilarang untuk diakses dan sangat sakral. Ada banyak hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela acara.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi mendapatkan suasana cerita yang otentik. “Meskipun tempatnya benar-benar klenik, kita tetap memilih untuk syuting di sana agar bisa menangkap semua nuansa misteri dan lokasi tragedi yang dibutuhkan dalam cerita,” tambahnya.

Fara Shakila, pemeran cilik yang membawakan karakter Gendis, mengakui ada momen-momen menegangkan yang tak terlupakan selama proses syuting.

“Seru banget, bahkan pernah ada kejadian horor langsung di lokasi Alas Roban. Sebenarnya aku juga takut,” ujar Fara sambil tersenyum manis.

Sementara itu, Taskya Namya yang berperan sebagai Tika mengungkapkan bahwa pengalaman paling berkesan datang dari sisi kebersamaan para pemain, sekaligus menjadi momen reuni dengan Michelle Ziudith setelah belasan tahun.

“Pengalaman menarik buat aku adalah bisa bertemu lagi sama Michelle setelah 12 tahun yang lalu. Ini jadi film horor pertama yang kami kerjakan bareng – dulu kita pernah bekerja sama di sebuah FTV,” katanya.

Taskya menambahkan bahwa proses membangun kemesraan antar pemain berjalan dengan sangat lancar. “Alhamdulillah, ngatur chemistry sama semua pemain dan sutradara sangat mudah. Setiap film punya pengalaman berkesan sendiri, tapi yang paling aku ingat adalah kebersamaan kami para pemain. Apalagi ini film horor lagi,” jelasnya dengan senyum.

Ketika ditanya alasan mengapa pecinta film harus menyaksikan “Alas Roban”, Michelle menekankan kekuatan cerita yang berasal dari folklor yang sudah melekat di masyarakat.

“Ini adalah folklor yang sudah sangat dikenal banyak orang Indonesia. Jalur Alas Roban memang sangat legendaris karena menyimpan banyak misteri dan tragedi,” jelas Michelle.

Ia menambahkan bahwa film ini tidak hanya menawarkan unsur teror, tetapi juga emosi yang hangat. “Kisah tentang ibu Sita, Tika, dan Gendis dikemas dengan sangat hangat. Aku rasa ini akan jadi salah satu film horor yang menyeramkan sekaligus menghangatkan hati,” tuturnya.

Senada dengan Michelle, Taskya menyampaikan bahwa “Alas Roban” menyajikan kombinasi horor dan drama yang menyentuh hati.

“Kalau kalian cari keseraman, ini pasti ada. Tapi di balik semua itu, ada cerita yang akan bikin kalian menangis dan merindukan ibu masing-masing,” ujarnya.

Film “Alas Roban” berkisah tentang Sita (Michelle Ziudith), seorang ibu tunggal yang hidup dalam keterbatasan di Pekalongan. Ia mendapat pekerjaan di rumah sakit Semarang dan berangkat bersama putrinya, Gendis (Fara Shakila) yang memiliki keterbatasan penglihatan, dengan menaiki bus terakhir melalui jalur angker Alas Roban.

Perjalanan mereka terhenti ketika bus mogok di tengah jalan. Sejak saat itu, Gendis mulai mendengar suara asing, menggambar simbol misterius, dan mengalami kerasukan setiap malam seolah ada sosok yang ingin mengambil nyawanya.

Dengan bantuan sepupunya Tika (Taskya Namya) dan Anto (Rio Dewanto), seorang sopir ambulans yang paham mitos Alas Roban, Sita mengetahui bahwa Gendis menjadi incaran Dewi Raras (Imelda Therinne) – sosok yang murka karena janji ritual lama yang terlupakan. Demi menyelamatkan putrinya, Sita harus kembali ke Alas Roban bersama Bu Emah (Dewi Pakis), seorang penjaga spiritual, untuk menggelar ritual terakhir sebelum malam keramat tiba.

Diproduseri oleh Oswin Bonifanz dan disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, dengan naskah karya Evelyn Afnilia, film yang diproduksi Unlimited Production ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2026. (K3)

Scroll to Top