Surabaya, kabarkini.net – Sebagai upaya memperkuat manajemen risiko berbasis keselamatan, Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menggelar Pelatihan Pencegahan Kebakaran di lingkungan YPTA Surabaya, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapsiagaan sivitas akademika terhadap potensi bahaya kebakaran, baik di lingkungan kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari. Pelatihan diikuti 94 peserta dari berbagai unit kerja di bawah sivitas akademika Untag Surabaya, serta melibatkan mahasiswa.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Direktur Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya, Eddy Wahyudi, S.H., M.Si., beserta jajaran pengurus YPTA Surabaya.
Bendahara YPTA Surabaya, Dr. Ontot Murwato Suwondo, M.M., Ak., CMA., CA., CPA., dalam sambutannya menegaskan bahwa dampak kebakaran tidak semata-mata disebabkan oleh api, tetapi juga oleh kepanikan akibat ketidaksiapan psikologis dan minimnya pengetahuan dalam penanganan kebakaran.
Ia mencontohkan, dalam situasi kebakaran, kepanikan kerap membuat seseorang berlari tanpa arah, terpeleset, terjatuh, bahkan berujung pada korban jiwa. Kondisi tersebut terjadi karena kurangnya kesiapan mental dan pemahaman tentang langkah penanganan yang benar.
Ontot menambahkan, YPTA Surabaya terus melakukan pembenahan dan penguatan kelembagaan, termasuk peningkatan pengetahuan serta kompetensi sumber daya manusia. Menurutnya, kesiapan menghadapi risiko kebakaran harus dibangun melalui pemahaman yang baik, bukan dengan kepanikan.
“Kita harus siap mencegah api. Bukan panik, tetapi tahu apa yang harus dilakukan. Semua ini demi keselamatan bersama dan merupakan bagian dari manajemen risiko YPTA Surabaya,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta memanfaatkan ilmu yang diperoleh secara optimal, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di rumah dan di tengah masyarakat.
Materi pelatihan secara teori disampaikan oleh Widagdo Endang Suroso, S.E., dari Tim Kerja Pembinaan Aparatur dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencegahan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai risiko kebakaran agar upaya pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari faktor penyebab kebakaran, dampak yang ditimbulkan, proses terjadinya api, sumber dan perpindahan panas, teknik pemadaman, hingga klasifikasi kebakaran. Widagdo menjelaskan, kebakaran merupakan risiko dari nyala api yang tidak diinginkan dan tidak terkendali sehingga berpotensi menimbulkan berbagai kerugian.
Tak hanya teori, pelatihan ini juga dilengkapi dengan praktik lapangan. Para peserta diajak mempraktikkan langsung teknik pemadaman api sebagai simulasi pencegahan kebakaran. Setiap peserta diwajibkan terlibat langsung dalam praktik tersebut guna melatih keberanian, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengasah keterampilan nyata saat menghadapi kondisi darurat. (K3)









