Surabaya, kabarkini.net – Di balik setiap laporan darurat yang masuk di Kota Surabaya, terdapat kolaborasi banyak pihak yang bekerja tanpa mengenal waktu demi keselamatan warga.
Tidak hanya petugas dari berbagai instansi pemerintah, peran relawan juga menjadi bagian penting dalam membantu penanganan beragam kondisi darurat di lapangan.
Semangat kolaborasi tersebut tampak dalam kegiatan ngopi santai yang digelar Relawan Siaga Kota Surabaya pada Sabtu malam, (13/06).
Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini kegiatan turut dihadiri berbagai unsur petugas yang sehari-hari bertugas merespons laporan masyarakat, di antaranya BPBD Kota Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan, PMI, Ambulance Ozora Gojek, hingga Ambulance YDSF.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan tersebut. Relawan dan petugas saling berbagi pengalaman, membahas tantangan yang kerap ditemui saat bertugas, sekaligus menyamakan persepsi mengenai peran dan fungsi masing-masing dalam penanganan keadaan darurat.
Koordinator Siaga Kota Surabaya, Roni Noor Adam, menegaskan bahwa relawan harus mampu menjadi bagian dari solusi dan mendukung kinerja petugas yang berada di garis depan pelayanan masyarakat.
“Relawan hadir bukan untuk menggantikan tugas petugas, melainkan untuk membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Karena itu, pemahaman mengenai batasan peran dan komunikasi yang baik menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.
Menurut Roni, komunikasi yang baik antara relawan dan petugas menjadi kunci terciptanya koordinasi yang efektif ketika menghadapi situasi darurat.
“Ketika komunikasi terbangun dan persepsi sudah sama, maka penanganan di lapangan akan berjalan lebih baik. Tujuan kita satu, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Komandan Kompi B BPBD Kota Surabaya, Tito, juga mengajak para relawan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri agar dapat memberikan dukungan yang maksimal saat dibutuhkan.
“Bangun komunikasi yang baik dengan petugas dan jangan berhenti belajar. Tingkatkan kemampuan melalui berbagai pelatihan agar saat dibutuhkan, relawan dapat hadir dengan keterampilan yang memadai.”
Sementara itu, Komandan Regu Tim Rescue Damkar Kota Surabaya, Ilham, menegaskan pihaknya siap membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para relawan.
“Kami terbuka untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Teman-teman relawan bisa ikut belajar bersama agar kemampuan yang dimiliki semakin berkembang dan bermanfaat saat terjadi keadaan darurat.”
Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran langsung dari para praktisi yang setiap hari terlibat dalam penanganan berbagai insiden darurat. Pengalaman lapangan yang dibagikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para relawan untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Driver Ambulance TGC Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Bagoes, menyebut keberadaan relawan sangat membantu, terutama ketika petugas harus menangani beberapa kejadian dalam waktu yang bersamaan.
“Ketika sumber daya petugas terbagi ke beberapa lokasi kejadian, kehadiran relawan yang terlatih sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan penanganan awal. Namun tentu harus tetap dilakukan sesuai prosedur dan batas kewenangan yang ada.”
Lebih dari sekadar pertemuan santai, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Relawan Siaga Kota Surabaya dan berbagai unsur petugas merupakan modal penting dalam membangun sistem respons darurat yang kuat, cepat, dan efektif bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang selama ini diusung Relawan Siaga Kota Surabaya melalui slogan #BersiagaUntukWarga, yakni komitmen untuk selalu hadir, peduli, dan memberikan kontribusi terbaik dalam setiap situasi darurat maupun kegiatan kemanusiaan.
Pada akhir kegiatan, peserta juga menggelar sosialisasi layanan darurat kepada masyarakat. Warga diimbau segera menghubungi Call Center 112 atau 110 apabila menemukan kondisi darurat, sehingga laporan dapat segera diteruskan kepada petugas terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Karena pada akhirnya, keselamatan warga merupakan tanggung jawab bersama. Ketika relawan dan petugas bergerak dalam satu semangat kolaborasi, pelayanan kepada masyarakat akan semakin kuat, cepat, dan bermanfaat. (R4)









