YPTA Surabaya Perkuat Kolaborasi dan SDM Lewat Outbound Sustainable Improvement 2026

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Batu, kabarkini.net – Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja kolaboratif melalui kegiatan Outbound Sustainable Improvement 2026 yang digelar selama tiga hari, 19–21 Juni 2026, di El Hotel Kartika Wijaya, Kota Batu, Jawa Timur.

Mengusung tema “Patriot Merah Putih dalam Aksi, Kolaborasi Tanpa Henti”, kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran struktural administrasi serta struktural akademik, termasuk para ketua laboratorium di lingkungan YPTA Surabaya.

Hadir pula Pengawas dan Pengurus YPTA Surabaya beserta jajaran, Rektor Untag Surabaya, Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI), serta sejumlah mitra strategis YPTA Surabaya.

Melalui kegiatan tersebut, YPTA Surabaya ingin membangun kekompakan organisasi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung target institusi menuju World Class University.

Pengawas YPTA Surabaya, Ir. Bantot Sutriono, M.Sc., menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi faktor utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

“Kekuatan sumber daya itu bisa diarahkan untuk meraih World Class University, yang paling ditekankan yaitu pada kualitas akademik,” ujarnya (19/6).

Sementara itu, Direktur Direktorat Sumber Daya Umum dan Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Eddy Wahyudi, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin dua tahunan yang bertujuan memperkuat kebersamaan sekaligus menyegarkan semangat kerja seluruh elemen YPTA.

“Kegiatan ini untuk mempererat persatuan dan juga me-refresh, selama ini kita sudah kerja keras. Harapannya dapat membangkitkan kembali suatu semangat kerja di lingkungan YPTA Surabaya,” ujarnya (19/6).

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai budaya kerja, pengelolaan konflik, kepemimpinan, hingga wawasan kebangsaan. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah refleksi mengenai nasionalisme dan patriotisme yang dipandu Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M.

Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memahami makna pengorbanan dalam semangat kebangsaan serta pentingnya menanamkan nilai patriotisme di tengah tantangan zaman modern.

“Nasionalis itu memang mencintai bangsa dan mencintai negara, tetapi belum tentu siap untuk berkorban, siap untuk mempertaruhkan harta dan nyawa. Hanya mereka yang siap berkorban untuk membela kemerdekaan, kedaulatan, dan Ibu Pertiwi, maka dialah yang disebut patriot,” ujarnya (19/6).

Nuansa kebangsaan semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan sejumlah lagu nasional sebagai bentuk penguatan rasa cinta tanah air.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum ABP PTSI, Prof. Dr. Thomas Suyatno, turut memberikan pandangan mengenai tantangan perguruan tinggi swasta dalam menjaga keberlanjutan institusi. Ia menekankan pentingnya menyiapkan kader bangsa yang memiliki karakter kuat.

“Pada masa itu, ketika kejayaan Sriwijaya runtuh, salah satu penyebabnya adalah tidak tersedianya kader yang memiliki tiga kriteria utama, yaitu integritas, komitmen, dan loyalitas kepada bangsa dan negara,” ungkap Prof. Thomas.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti berbagai aktivitas luar ruang yang dirancang untuk mengasah kerja sama tim, komunikasi, serta kemampuan menyelesaikan masalah. Beragam tantangan diselesaikan secara berkelompok, mulai dari permainan berbasis pemecahan teka-teki hingga aktivitas di kawasan wisata alam Coban Talun.

Malam harinya, suasana keakraban semakin terasa dalam Gala Dinner bertema “Pesona Indonesia Budaya Nusantara”. Sebanyak 12 kelompok menampilkan beragam seni dan budaya daerah dari berbagai penjuru Indonesia melalui drama, dialog, tarian, dan busana adat.

Ketua YPTA Surabaya menilai seluruh peserta berhasil menunjukkan semangat persatuan yang menjadi tujuan utama kegiatan tersebut.

“Semua kompak, semua bersatu dalam satu tekad untuk mengabdi kepada Indonesia melalui YPTA Surabaya,” ujarnya (20/6).

Pada hari terakhir, peserta mengikuti sesi outbound team building yang berfokus pada penguatan kolaborasi lintas unit. Puncak kegiatan ditandai dengan simbolisasi kebersamaan melalui misi menjaga api lilin tetap menyala hingga akhirnya digunakan untuk membuka banner bertuliskan “YPTA Surabaya Patriot Merah Putih” sebagai simbol persatuan dan sinergi seluruh elemen organisasi.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya Izzah Aula Wardah, S.ST., M.Eng.Sc., Kepala Laboratorium Sistem Tenaga Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Untag Surabaya, yang menilai seluruh rangkaian acara tersusun dengan baik dan memberikan ruang interaksi antarpeserta.

“Saya bukan orang dengan social energy yang tinggi. Namun, dari kegiatan ini saya justru menikmati prosesnya dan bisa mengenal banyak orang. Konsep kegiatan sangat matang sehingga pressure dalam menampilkan pertunjukan kelompok menjadi lebih kecil karena semuanya tertata dan terarah. Rundown juga berjalan tepat waktu,” ujarnya (21/6).

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya kerja sama dan pemahaman peran masing-masing dalam organisasi.

Hal senada disampaikan Aditya Yoastara, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah SMPTAG Surabaya. Ia menilai kegiatan selama tiga hari itu berhasil mempertemukan berbagai unit di bawah naungan YPTA Surabaya dalam satu visi yang sama.

“Selama tiga hari ini menjadi momentum luar biasa untuk menyatukan visi SMPTAG, SMATAG, dan Untag Surabaya dalam satu kesatuan YPTA. Dari simulasi pembelajaran, pelatihan outbound, sampai misi di jeep dan kegiatan di Coban Talun, semuanya memberi pengalaman lengkap. Saya belajar meruntuhkan ego sektoral demi membangun sinergi antara tim akademik dan administrasi,” tutup Adit. (K3)

Scroll to Top